Saudara kami...................................
Kampung Santri Limasan Jati adalah wahana yang berpihak pada hidup ke-akhiratan, efisien meliput hidup duniawi dan bersikap terbuka bagi semua segmen Kaum Muslim. Berbasis pesantren Roudlotul Fatihah (didirikan KH M Fuad Riyadi, S.Pd., tahun 2000), pelanjut pesantren (dasa warsa tahun 1930-1950) KH Sangidu yang sangat dihormati.
Pengembangan kampung santri ini mengambil inspirasi dari komunitas yang dibangun Rasulullah Saw. Visi Kampung Santri Limasan Jati, penjagaan risalah Rasulullah Saw dengan pengajaran ilmu dan penyelenggaraan peri hidup meneladani komunitas mulia Rasulullah Saw. Misi, wahana menata hati dan konsolidasi ruhani Kaum Muslim secara berkala singgah di antara padatnya kesibukan duniawinya.
Tahun baru 1428 H, PP Roudlotul Fatihah berhijrah ke Kampung Santri Limasan Jati. Pondok utama berarsitektur Jawa Limasan yang eksotik, akrab, menyatu dengan habitat setempat di kaki Bukit Sentono, Pleret. Momentum kini, ada elemen-elemen prasarana yang belum terpenuhi paripurna, estimasi hingga wahana ini optimal berkiprah awal memerlukan donor dana segar Rp 130 juta.
Momentum ini pula, kehormatan bagi kami menawari Anda untuk mendonorkan dana. Sebelumnya kami telah mengerahkan sumber yang ada pada kami (kisaran Rp 900 juta) mulai membangun Kampung Santri Limasan Jati, kini Anda memiliki kesempatan dan akses partisipasi berbagi peran dalam rangka taqwa meniti jalan Allah.
Demikian penawaran kami, atas concern Anda kami sampaikan terima kasih. Semoga jalan kita berbagi peran mendapat penghargaan tak terbatas dari sisi Allah, Dzat Maha Menerima Syukur. AMIN.
Was salaamu ’alaika wa rahmatul laah.
SEJARAH SINGKAT PESANTREN
Sebelum sertifikasi pesantren diberlakukan pemerintah, tahun 1930-1950 KH Sangidu mengasuh pesantren di Wonokromo yang masyhur. Selama dua puluh tujuh tahun beliau berguru kepada KH Mahfudz at Turmudzi (pengasuh Pesantren Termas, Jawa Tikur dan imam masjid Masjidil Haram).
Di pesantrennya, banyak santri menangguk ilmu KH Sangidu dan tidak sedikit santri beliau lalu menjadi ulama kompeten dan teruji. Dapat disebut di sini: KH AR Fachrudin (Ketua PP Muhammadiyah), KH Matori al Huda (PDHI), KH Hisyam Syafi’ie (PP Ibnul Qoyyim), KH Ahmad ‘Abdul Haq (Mbah Mad) Watu Congol, KH Hamam Ja’far (PP Pabelan), dll.
Memasuki milenium-2, KH M Fuad Riyadi, S.Pd., cucunda KH Sangidu, meneruskan perjuangan beliau di jalan Allah mengajar risalah Rasulullah Saw. Periode Kyai Fuad ini pesantren disertifikasi bertajuk Roudlotul Fatihah beralamat di Wonokromo.
Sebelum mengasuh pesantren Roudlotul Fatihah, Kyai Fuad mengaji agama sejak masa kanak dan menempuh perjalanan panjang menyantri ke beberapa kyai mumpuni ilmu. Yakni: KH Abdul Basith, KH Muhammad Busyro, KH Abdul Mukti, KH Abdul Muhith (ulama figh tempat rujukan para ulama Jawa) dan Kyai Khatib. Semuanya di lingkaran ‘desa-kyai’ Wonokromo dan Jejeran, Bantul. Secara khusus ngaji ilmu pada KH Dimyati, Banten (kyai khos yang sangat tawadlu dalam kegemilangan mahkota ilmu dan taqwa), utamanya ilmu tasawuf. Dalam pertalian kekerabatan KH Dimyati memang masih uwak Kyai Fuad, namun perhatian beliau padanya begitu istimewa melebihi nisbah tersebut. KH Dimyati meng-ijazahi Kyai Fuad mengasuh pesantren karena telah matang dan tiba saatnya.
Selain itu, dalam mahabbah, Kyai Fuad terkait keilmuan dengan Tuan Guru Ijai (Syaikh Zaini Abdul Ghani, Martapura, Kalimantan Selatan). Bahkan, guru dari Tuan Guru Ijai yakni Habib Anis al Habsyi, Gurawan, Solo menjelang wafat (November 2006) berkenan menerima secara pribadi masalah ke-ilmuan dengan Kyai Fuad.
Selain bangunan pondok di Wonokromo tidak mampu menampung hadirnya besaran santri (persis pesan KH Dimyati bahwa pesantren Kyai Fuad bakal besar) dan perlunya wahana komprehensif untuk mengadopsi tata kehidupan yang akhirat sentris, maka direalisaikanlah pembangunan Kampung Santri Limasan Jati Roudlotul Fatihah.
KARAKTER PESANTREN
PP Roudlotul Fatihah berciri salaf (klasik/tradisional), konsisten menjaga risalah Islam dengan hati-hati dan tidak spekulatif (jamaknya paparan ulama kontemporer). Risalah yang dicurahkan Roudlotul Fatihah terhubung pada mata rantai ilmu yang tak pernah putus, obor yang tidak pernah padam selama berabad-abad diwariskan dari para ulama salaf, dari para Tabi’in at Tabi’in, dari para Tabi’in, dari para Shahabat Ra, yang langsung dari Rasulullah Saw.
PP Roudlotul Fatihah membimbing para santri bertahap membersihkan hati dengan ilmu tasawuf.Elan PP Roudlotul Fatihah meliputi tiga pilar, yakni: “Ngaji-Ilmu Partaiku, Ber-shodaqoh Etosku, Shalawat Nabi Panji-Panji Benderaku.”
SANTRI dan PESERTA NGAJI
Dengan tiga pilar tersebut, PP Roudlotul Fatihah bersikap lintas golongan, non-partisan politik dan terbuka bagi semua segmen Muslim untuk menghadiri ngaji risalah Islam atau singgah merambah koloni ukhrowi yang mengambil inspirasi dari komunitas awal yang dibangun Rasulullah Saw sebagai preseden bagus.
Latar belakang para santri beragam profesi: buruh, juragan, pelajar, mahasiswa, guru, PNS, karyawan perusahaan, eksekutif BUMN, pebisnis (real estate, event organizer, handy craft, metal), seniman, sastrawan, petani, pekerja cafe, militer, wartawan, tukang, pengacara hukum, dll. Meski santri sangat beragam, perbedaan latar belakang profesi yang ada tak menjadi penghalang bagi pencerapan maupun pencurahan risalah Islam.
Santri meliputi : Santri Mukim (30 santri) dan Santri Lajon/Pelaju (200-an santri) serta kantong-kantong komunitas santri menncakup enclave Kotagede, Kedaton Pleret, Sapto Sari Panggang Gunung Kidul dan Piyungan. Dengan demikian, pesantren menjangkau besaran 1.000-an peserta ngaji/santri.
PROGRAM KE DEPAN
Kampung Santri Limasan Jati diupayakan menempati lahan 5 hektar, meliputi:
- Pendapa wahana ngaji-ilmu risalah Islam
- Masjid Jami’
- Pondok tempat tinggal Kyai dan keluarga
- Beberapa pondok untuk Santri Mukim yang telah berkeluarga
- Beberapa pondok untuk Santri Mukim menurut angkatan
- Lumbung pangan cuma-cuma untuk seluruh warga komunitas
- Ranch ternak kijang
- Lahan agribisnis termasuk empang/kolam perikanan
- Sanggar Seni
- Studio Production House Broadcasting
- Work shop usaha kerajinan (handycraft)
- Work shop usaha percetakan dan penerbitan kitab-kitab klasik
- Perpustakaan Literatur Kitab Klasik
- Pondok-Pondok untuk tamu singgah menghirup atmosfer koloni ukhrowi
- Makam/pekuburan, untuk pemuliaan ahli kubur
PENDANAAN DAN FUNDRAISING
Kelangsungan aktivitas Roudlotul Fatihah selama ini ditanggung swa-dana Kyai Fuad, menyerupai belas kasih ulama-ulama klasik terdahulu. Sepanjang mengaji/menyantri para santri dibebaskan dari segala pungutan dan iuran.
Program jangka panjang Kampung Santri Limasan Jati akan direalisasi secara gradual. Lahan yang telah dibebaskan dan dibangun saat ini meliputi luas 3100 meter persegi. Penggalangan dana (fundraising) demi mewujudkan program jangka panjang ditempuh dengan swa-dana Kyai dan sumber-sumber daya yang dimiliki pesantren serta dari laba bisnis perusahaan BUMP (Badan Usaha Milik Pesantren) Roudlotul Fatihah.
Mengingat tingkat dan volume pekerjaan pembangunan Kampung Santri Limasan Jati serta meninjau visi-misinya yang luhur, perlu kiranya dibuka akses kontribusi pihak-pihak lain (pribadi/perorangan maupun institusi) untuk berbagi peran dalam rangka taqwa kepada Allah. Sungguh, kita semua ini dalam pengawasan Allah dan Rasul-Nya.
“Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakanmu dari seorang diri lalu dari padanya Allah menciptakan istrinya. Dan dari keduanya DIA memperkembang-biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertaqwalah kepada Allah, yang dengan (mempergunakan) Asma-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan peliharalah hubungan silaturrahiem. Sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya menjaga dan mengawasi kamu.”
“Barang siapa menjadikan AKHIRAT sebagai TUJUAN, Allah akan membuat BAIK SEMUA URUSANNYA, menjadikan hatinya berlimpah kekayaan, dan DUNIA akan MENDATANGI-nya DENGAN MUDAH.
Barangsiapa menjadikan DUNIA sebagai TUJUAN, Allah akan CERAI-BERAIKAN URUSANNYA, menjadikan fakir dua matanya, dan DUNIA TIDAK AKAN DATANG KEPADANYA kecuali sebatas yang telah ditentukan.” {Sabda Nabi Muhammad Saw)
An. Sivitas Santri Roudlotul Fatihah